Tersingkirkan
KARYA: R S B L
Disuatu
desa yang benama desa Kualanamu
ada pemudi yang bernama Bunga. Dia adalah putri dari camat, dia sangatlah cantik dan manis. Banyak
pemuda-pemuda sekitar rumahnya terpikat dengan kecantikannya. Hingga suatu ketika
datang seorang pemuda perantauan. Dia adalah putra dari alm.Laksamana yang
dulunya telah gugur di medan pertempuran. Dan dia kembali ke Desa kualanamu. Dan
warga sekitar banyak yang mengetahui bahwa pemuda tersebut bernama Bagus. Bagi
Bagus desa Kualanamu
adalah desa yang sejuk dan satu hal bagi dia desa inilah tempat dimana
alm.ayahnya dilahirkan. Ketika Bagus berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar
secara tidak sengaja dia melihat Bunga. Di saat itulah Bagus terpikat dengan kecantikan
Bunga. Suatu hari Bagus diajak pamannya keliling desa dan secara tidak sengaja berpapasan
dengan Bunga. Disaat itulah Bagus berlari menghampiri Bunga dan menanyakan
namanya. Dengan rasa malu Bunga memperkenalkan diri kepada Bagus.
Sejak saat itu Bagus dan Bunga saling kenal satu
sama lain. Esok harinya setiap kali Bagus membantu pamannya ke sawah selalu
melewati rumah Bunga dan memandang wajah Bunga. Hingga suatu malam Bagus
mengikuti suatu acara pengajian di desanya. Sesaat setelah selesai sampai
ditengah perjalanan hujan turun dan Bagus Berteduh di sebuah Warung sembari
menunggu hujan reda. Tidak disangka ad dua orang perempuan menuju warung
sebagai tempat teduhnya. Salah satu dari wanita yang berteduh tersebut ialah
Bunga. Bagus memandang wajah Bunga ketika Bunga tidak memandangnya. Dan teman
Bunga mengetahui bahwa Bagus memandanginya dan berkata kepada Bunga."Hai Bunga
itu ada seorang laki-laki memandangimu terus" dan Bunga hanya tersenyum kepada
Bagus. Hujan semakin lebat Bagus merasa tidak baik perempuan pulang malam-malam
sehingga dia menawarkan payungnya agar Bunga bisa segera cepat pulang.
Ketika Bagus menawarkan payungnya Bunga awalnya
tidak mau karena bagaimana cara Bagus pulang kalau payungnya dia pakai. Tetapi
Bagus tetap memaksa agar Bunga memakai payungnya. Dengan hati gembira Bunga pun
menerimanya dan berterima kasih. Ketika baru berjalan beberapa langkah Bunga
menoleh ke arah Bagus dan menanyakan "Bagus dimana aku mengembalikan
payung ini dan Bagus menjawab "Di rumah Bu Siti, aku tinggal di
sana". Keesokan harinya Bunga mengembalikan payung milik Bagus, tetapi
bukan Bunga sendiri yang mengembalikannya tetapi menyuruh adik laki-lakinya
untuk mengembalikannya dan Bunga memberikan surat juga ketika adik laki-lakinya
mengembalikan payungnya.
Isi suratnya yaitu " Assalamu'allaikum sebelumnya
saya terima kasih karena telah meminjamkan payungnya. Dan mohon maaf karena
bukan saya yang mengembalikan sendiri. Karena saya takut ada warga yang melihat
dan mengadukan kepada ayah saya." Setelah Bagus membaca surat itu dia
ingin membalas surat yang dari Bunga. Maka keesokan harinya Bagus menyendiri di
suatu tempat di seberang sungai di sekitar desanya. Dia menulis surat untuk Bunga.
Dia hanya ingin membalas surat dari Bunga. Setelah selesai menulis surat itu
Bagus minta tolong kepada adiknya Bunga agar surat tersebut di berikan kepada
kakaknya yaitu Bunga.
Sesaat ketika surat itu sampai ditangan Bunga. Bunga
membacanya dan membaca surat itu. Surat itu membuat Bunga senang sekali, dan sangat
bahagia. Kalian tahu isinya apa?, ya isinya yaitu " Wahai Bunga perempuan
yang sangat aku kagumi, aku tidak tau akan mengeluh kepada siapa. Aku akan
bercerita kepada siapa. Aku bingung, dan sekarang aku menemukan seorang yang
cantik jelita dan ingin berteman denganku. Aku seorang anak perantauan tidak
punya kawan disini. Sudikah engkau menjadi sahabat. Ya, sahabat sehidup semati
yang selalu disisiku". Ya isi surat yang begitu menyentuh di hati Bunga
sehingga dia tidak mampu berbicara. Hari demi hari Bagus dengan Bunga saling
mengirim surat yang berisi keluhan Bagus. Hingga suatu hari Bagus menyatakan
cintanya kepada Bunga. Dan Bunga belum memberi jawaban. Semakin hari antara
Bagus dengan Bunga semakin dekat. Sehingga warga resah dan mengadukan kepada
ayahnya Bunga yang seorang camat. Dan ayah Bunga tidak suka mendengarnya. Sehingga
suatu malam ayahnya memanggil Bunga dan memberitahu "hai Bunga janganlah
kau dekat-dekat dengan si Bagus anak rantau itu. Dia itu tidak pantas denganmu."
Ayahnya berkata seperti itu kepada Bunga membuat hati Bunga merasa sakit dan
berkata demikian kepada ayahandanya " Ayah dia mencintaiku, dia berenca
meminangku. Apakah ayah tidak suka apabila putrimu ini dipinang dengan seorang
pemuda yang tampan." Berkata seperti itu Bunga membuat ayahnya marah
" Wahai anakku apalah daya dia. Dia hanyalah sebuah anak yang tidak
memiliki keturunan yang jelas. Tidak memiliki darah bangsawan. Malulah kita,
punya apa dia. Harta yang banyakkah? Bagaimana dengan kehidupanmu ketika kau
bersama dia saat berkeluarga? Apa kau akan makan cinta? Bukan makan
nasi?".
Karena ayahnya berkata demikian maka Bunga pun
menangis dan berlari menuju kamarnya. Dan ayahnya Bunga berkunjung ke rumah
dimana Bagus tinggal. Dan menyuruh Bagus agar keluar dari desa ini. Hingga
keesokan harinya Bagus bersiap-siap pindah dari desa itu. Didesa itu memberikan
suatu makna apakah itu cinta. Bagus akan pergi ke rumah pamannya di desa
seberang yaitu desa Sergap. Disana Bagus akan menempuh pendidikan agamanya
dengan sangat baik dikarenakan di desa tersebut adalah desa yang memiliki
pendidikan agama yang sangat baik. Ketika Bagus berangkat dan mampir ke tempat
dimana menulis surat balas kepada Bunga. Dengan tidak di sangka Bunga
menghampirinya dan Bunga mengatakan sesuatu " Hay Bagus, kau jangan lupakan
aku. Dimanapun kau berada tetap ingatlah aku. Aku sebagai kekasihmu, aku
sebagai pendamping hidupmu kelak". Bagus berkata kepada Bunga "Bunga
aku sepertinya tidak mempunyai semangat untuk merantau. Diri ini seperti mati,
diri ini seperti tidak ada tulangnya mengapa demikian?". Bunga membalas
perkataan Bagus " Kamu janganlah seperti itu. Bagus yang kukenal ialah Bagus
yang memiliki semangat, yang baik, berwibawa, bijak. Aku sebagai kekasihmu akan
menunggumu sampai kapanpun. Aku akan menunggu dan akan datang kepadamu dengan
keadaan tetap suci, tetap setia kepadamu. Kapanpun aku akan menunggumu. Kamu tidak
datang aku akan setia menunggumu. Sampai hayat ini tiada aku akan tetap
menunggumu. Karena disini aku sangat cinta kamu. Sampai kapanpun aku akan tetap
menunggumu.
Dan sesaat Bagus bersemangat kembali dan tersenyum
kembali seperti sedia kala. Dan Bagus mempunya permintaan kepada Bunga
permintaannya yaitu " Bunga berikanlah aku sebuah kenang-kenangan agar diriku
teringat kepadamu dan aku ingat kepadamu yang selalu disampingku. Dimanapun aku
berada, berikan sesuatu walaupun. Itu tidak berharga, tetapi bagiku itu
sangatlah berharga. Berikanlah sesuatu kepadaku Bunga". Dan Bungapun
memberikan selendang yang dipakainya sebagai suatu kenangan dimana Bagus akan
mengingatnya dimanapun Bagus berada. Dan Bagus berpamitan kepada Bunga. Dan
tidak lama Bagus berangkat dengan wajah yang bahagia.
SEKIAN