Minggu, 05 Februari 2017



Tersingkirkan
KARYA: R S B L

Disuatu desa yang benama desa Kualanamu ada pemudi yang bernama Bunga. Dia adalah putri dari  camat, dia sangatlah cantik dan manis. Banyak pemuda-pemuda sekitar rumahnya terpikat dengan kecantikannya. Hingga suatu ketika datang seorang pemuda perantauan. Dia adalah putra dari alm.Laksamana yang dulunya telah gugur di medan pertempuran. Dan dia kembali ke Desa kualanamu. Dan warga sekitar banyak yang mengetahui bahwa pemuda tersebut bernama Bagus. Bagi Bagus desa Kualanamu adalah desa yang sejuk dan satu hal bagi dia desa inilah tempat dimana alm.ayahnya dilahirkan. Ketika Bagus berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar secara tidak sengaja dia melihat Bunga. Di saat itulah Bagus terpikat dengan kecantikan Bunga. Suatu hari Bagus diajak pamannya keliling desa dan secara tidak sengaja berpapasan dengan Bunga. Disaat itulah Bagus berlari menghampiri Bunga dan menanyakan namanya. Dengan rasa malu Bunga memperkenalkan diri kepada Bagus.
Sejak saat itu Bagus dan Bunga saling kenal satu sama lain. Esok harinya setiap kali Bagus membantu pamannya ke sawah selalu melewati rumah Bunga dan memandang wajah Bunga. Hingga suatu malam Bagus mengikuti suatu acara pengajian di desanya. Sesaat setelah selesai sampai ditengah perjalanan hujan turun dan Bagus Berteduh di sebuah Warung sembari menunggu hujan reda. Tidak disangka ad dua orang perempuan menuju warung sebagai tempat teduhnya. Salah satu dari wanita yang berteduh tersebut ialah Bunga. Bagus memandang wajah Bunga ketika Bunga tidak memandangnya. Dan teman Bunga mengetahui bahwa Bagus memandanginya dan berkata kepada Bunga."Hai Bunga itu ada seorang laki-laki memandangimu terus" dan Bunga hanya tersenyum kepada Bagus. Hujan semakin lebat Bagus merasa tidak baik perempuan pulang malam-malam sehingga dia menawarkan payungnya agar Bunga bisa segera cepat pulang.
Ketika Bagus menawarkan payungnya Bunga awalnya tidak mau karena bagaimana cara Bagus pulang kalau payungnya dia pakai. Tetapi Bagus tetap memaksa agar Bunga memakai payungnya. Dengan hati gembira Bunga pun menerimanya dan berterima kasih. Ketika baru berjalan beberapa langkah Bunga menoleh ke arah Bagus dan menanyakan "Bagus dimana aku mengembalikan payung ini dan Bagus menjawab "Di rumah Bu Siti, aku tinggal di sana". Keesokan harinya Bunga mengembalikan payung milik Bagus, tetapi bukan Bunga sendiri yang mengembalikannya tetapi menyuruh adik laki-lakinya untuk mengembalikannya dan Bunga memberikan surat juga ketika adik laki-lakinya mengembalikan payungnya.
Isi suratnya yaitu " Assalamu'allaikum sebelumnya saya terima kasih karena telah meminjamkan payungnya. Dan mohon maaf karena bukan saya yang mengembalikan sendiri. Karena saya takut ada warga yang melihat dan mengadukan kepada ayah saya." Setelah Bagus membaca surat itu dia ingin membalas surat yang dari Bunga. Maka keesokan harinya Bagus menyendiri di suatu tempat di seberang sungai di sekitar desanya. Dia menulis surat untuk Bunga. Dia hanya ingin membalas surat dari Bunga. Setelah selesai menulis surat itu Bagus minta tolong kepada adiknya Bunga agar surat tersebut di berikan kepada kakaknya yaitu Bunga.
Sesaat ketika surat itu sampai ditangan Bunga. Bunga membacanya dan membaca surat itu. Surat itu membuat Bunga senang sekali, dan sangat bahagia. Kalian tahu isinya apa?, ya isinya yaitu " Wahai Bunga perempuan yang sangat aku kagumi, aku tidak tau akan mengeluh kepada siapa. Aku akan bercerita kepada siapa. Aku bingung, dan sekarang aku menemukan seorang yang cantik jelita dan ingin berteman denganku. Aku seorang anak perantauan tidak punya kawan disini. Sudikah engkau menjadi sahabat. Ya, sahabat sehidup semati yang selalu disisiku". Ya isi surat yang begitu menyentuh di hati Bunga sehingga dia tidak mampu berbicara. Hari demi hari Bagus dengan Bunga saling mengirim surat yang berisi keluhan Bagus. Hingga suatu hari Bagus menyatakan cintanya kepada Bunga. Dan Bunga belum memberi jawaban. Semakin hari antara Bagus dengan Bunga semakin dekat. Sehingga warga resah dan mengadukan kepada ayahnya Bunga yang seorang camat. Dan ayah Bunga tidak suka mendengarnya. Sehingga suatu malam ayahnya memanggil Bunga dan memberitahu "hai Bunga janganlah kau dekat-dekat dengan si Bagus anak rantau itu. Dia itu tidak pantas denganmu." Ayahnya berkata seperti itu kepada Bunga membuat hati Bunga merasa sakit dan berkata demikian kepada ayahandanya " Ayah dia mencintaiku, dia berenca meminangku. Apakah ayah tidak suka apabila putrimu ini dipinang dengan seorang pemuda yang tampan." Berkata seperti itu Bunga membuat ayahnya marah " Wahai anakku apalah daya dia. Dia hanyalah sebuah anak yang tidak memiliki keturunan yang jelas. Tidak memiliki darah bangsawan. Malulah kita, punya apa dia. Harta yang banyakkah? Bagaimana dengan kehidupanmu ketika kau bersama dia saat berkeluarga? Apa kau akan makan cinta? Bukan makan nasi?".
Karena ayahnya berkata demikian maka Bunga pun menangis dan berlari menuju kamarnya. Dan ayahnya Bunga berkunjung ke rumah dimana Bagus tinggal. Dan menyuruh Bagus agar keluar dari desa ini. Hingga keesokan harinya Bagus bersiap-siap pindah dari desa itu. Didesa itu memberikan suatu makna apakah itu cinta. Bagus akan pergi ke rumah pamannya di desa seberang yaitu desa Sergap. Disana Bagus akan menempuh pendidikan agamanya dengan sangat baik dikarenakan di desa tersebut adalah desa yang memiliki pendidikan agama yang sangat baik. Ketika Bagus berangkat dan mampir ke tempat dimana menulis surat balas kepada Bunga. Dengan tidak di sangka Bunga menghampirinya dan Bunga mengatakan sesuatu " Hay Bagus, kau jangan lupakan aku. Dimanapun kau berada tetap ingatlah aku. Aku sebagai kekasihmu, aku sebagai pendamping hidupmu kelak". Bagus berkata kepada Bunga "Bunga aku sepertinya tidak mempunyai semangat untuk merantau. Diri ini seperti mati, diri ini seperti tidak ada tulangnya mengapa demikian?". Bunga membalas perkataan Bagus " Kamu janganlah seperti itu. Bagus yang kukenal ialah Bagus yang memiliki semangat, yang baik, berwibawa, bijak. Aku sebagai kekasihmu akan menunggumu sampai kapanpun. Aku akan menunggu dan akan datang kepadamu dengan keadaan tetap suci, tetap setia kepadamu. Kapanpun aku akan menunggumu. Kamu tidak datang aku akan setia menunggumu. Sampai hayat ini tiada aku akan tetap menunggumu. Karena disini aku sangat cinta kamu. Sampai kapanpun aku akan tetap menunggumu.
 Dan sesaat Bagus bersemangat kembali dan tersenyum kembali seperti sedia kala. Dan Bagus mempunya permintaan kepada Bunga permintaannya yaitu " Bunga berikanlah aku sebuah kenang-kenangan agar diriku teringat kepadamu dan aku ingat kepadamu yang selalu disampingku. Dimanapun aku berada, berikan sesuatu walaupun. Itu tidak berharga, tetapi bagiku itu sangatlah berharga. Berikanlah sesuatu kepadaku Bunga". Dan Bungapun memberikan selendang yang dipakainya sebagai suatu kenangan dimana Bagus akan mengingatnya dimanapun Bagus berada. Dan Bagus berpamitan kepada Bunga. Dan tidak lama Bagus berangkat dengan wajah yang bahagia.

                                                              SEKIAN